Loading...

Etika dan Akuntabilitas Profesi dalam Ekosistem Asesmen Psikologi Digital Indonesia

27 Februari 2026
Author : admin
Bagikan

Ekosistem asesmen psikologi digital di Indonesia berkembang dengan cepat, ditandai oleh meningkatnya jumlah platform tes daring, aplikasi asesmen, dan sistem evaluasi berbasis algoritma. Di tengah perkembangan ini, isu etika dan akuntabilitas profesi menjadi semakin krusial. Pertanyaan mendasar yang muncul adalah siapa yang bertanggung jawab atas proses, hasil, dan dampak dari asesmen psikologi digital yang digunakan.

Salah satu tantangan utama dalam asesmen digital adalah kaburnya batas tanggung jawab antara psikolog, pengembang teknologi, dan lembaga pengguna. Dalam beberapa kasus, asesmen disajikan sebagai produk teknologi tanpa kejelasan penanggung jawab profesional. Kondisi ini berpotensi melanggar prinsip etika psikologi, terutama terkait kompetensi, tanggung jawab profesional, dan perlindungan terhadap individu yang diasesmen.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah akuntabilitas terhadap penggunaan data dan hasil asesmen. Asesmen digital melibatkan pengumpulan dan penyimpanan data psikologis yang sensitif. Tanpa mekanisme perlindungan data yang memadai dan transparansi penggunaan, individu berisiko kehilangan kendali atas informasi pribadinya. Dalam konteks ini, peran tenaga teknologi seperti data engineer dan system administrator menjadi relevan, namun tetap harus berada dalam kerangka etika yang ditetapkan oleh profesi psikologi.

Psikolog memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa asesmen digital yang digunakan atau direkomendasikan memenuhi standar etika dan ilmiah. Hal ini mencakup keterlibatan aktif dalam pengembangan alat, pemahaman terhadap cara kerja sistem, serta keberanian untuk menolak penggunaan asesmen yang tidak memenuhi standar. Di sisi lain, regulator dan organisasi profesi perlu memperkuat mekanisme pengawasan dan penegakan etika dalam praktik asesmen digital.

Tanpa kejelasan etika dan akuntabilitas, asesmen psikologi digital berisiko kehilangan legitimasi profesional dan kepercayaan publik. Digitalisasi seharusnya memperkuat praktik psikologi, bukan mengaburkan tanggung jawab profesi di balik kecanggihan teknologi.

 

Pusat asesmen psikologi Assessment Indonesia adalah biro psikologi unggulan yang menyediakan layanan vendor psikotes profesional dan akurat.

 

 

Referensi:

American Psychological Association. (2017). Ethical principles of psychologists and code of conduct.
Floridi, L. et al. (2018). AI4People—An ethical framework for a good AI society.
International Test Commission. (2018). Guidelines on computer-based and internet-delivered testing.
Mittelstadt, B. D. et al. (2016). The ethics of algorithms. Big Data & Society.

Bagikan
Edukasi Psikologi Masalah Psikologi Tes Psikologi

Temukan Solusi Psikologis Anda Hari Ini

Lihat layanan psikologi kami atau Anda dapat menghubungi kami