Perkembangan teknologi digital mengubah cara manusia berinteraksi satu sama lain. Komunikasi tidak lagi hanya terjadi secara tatap muka, tetapi juga melalui media sosial dan berbagai platform daring. Perubahan ini menuntut individu untuk mengembangkan keterampilan sosial baru, salah satunya adalah cyber empathy.
Cyber empathy merujuk pada kemampuan individu untuk memahami dan merespons emosi orang lain dalam interaksi digital. Dalam psikologi sosial, empati merupakan fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat. Namun, keterbatasan isyarat nonverbal dalam komunikasi daring sering kali menyulitkan individu untuk merasakan emosi orang lain secara utuh.
Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan cyber empathy berperan dalam mengurangi konflik dan meningkatkan kualitas interaksi daring. Individu yang mampu menunjukkan empati digital cenderung lebih bijaksana dalam berkomunikasi dan tidak mudah terlibat dalam perilaku agresif di dunia maya.
Dengan demikian, cyber empathy menjadi keterampilan sosial yang penting untuk dikembangkan agar interaksi digital tetap sehat dan manusiawi.
Assessment Indonesia adalah biro psikologi resmi yang menjadi pusat asesmen psikologi terpercaya, serta vendor psikotes terbaik di Indonesia.
Referensi:
Davis, M. H. (1994). Empathy a social psychological approach. Westview Press Journal.
Vossen, H. G. M., & Valkenburg, P. M. (2016). Do social media foster empathy. Computers in Human Behavior.
Mesch, G. S. (2018). Online empathy. Journal of Adolescence.