Loading...

Sharenting dan Privasi Anak dalam Perspektif Psikologi Perkembangan

23 Maret 2026
Author : admin
Bagikan

Privasi merupakan kebutuhan psikologis yang penting bagi setiap individu, termasuk anak. Dalam praktik sharenting, batas privasi anak seringkali terabaikan karena orang tua merasa memiliki hak penuh atas informasi tentang anaknya. Padahal, dari sudut pandang psikologi perkembangan, anak juga memiliki hak atas ruang pribadi.

Ketika privasi anak tidak dihormati, anak dapat mengalami perasaan tidak aman dan kehilangan kendali atas dirinya. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan emosional dan sosial anak. Anak mungkin menjadi lebih tertutup atau justru mengalami kesulitan dalam membangun kepercayaan terhadap orang lain.

Penelitian menunjukkan bahwa penghormatan terhadap privasi berkontribusi pada perkembangan otonomi dan rasa percaya diri anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mempertimbangkan batasan dalam memberikan informasi anak di media sosial.

Sharenting yang dilakukan dengan penuh kesadaran dapat membantu melindungi privasi anak sekaligus mendukung perkembangan psikologis yang sehat.

Temukan layanan asesmen psikologi terbaik hanya di biro psikologi resmi Assessment Indonesia, mitra terpercaya untuk kebutuhan psikotes.

 

 

 

Referensi:


Altman, I. (1975). The environment and social behavior. Human Ecology Journal.

Livingstone, S., & Blum Ross, A. (2020). Parenting for a digital future. Journal of Family Studies.

Petronio, S. (2013). Communication privacy management. Journal of Communication.

 

Bagikan
Edukasi Psikologi Masalah Psikologi Psikologi Anak

Temukan Solusi Psikologis Anda Hari Ini

Lihat layanan psikologi kami atau Anda dapat menghubungi kami